Oleh:
Raditya Wardhani, S.Th., M.Pd.K
CGP
Angkatan 4 Kota Surakarta
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
Ki Hadjar
Dewantara memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang
beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala
kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah seluruh daya dan
upaya yang dikerahkan secara terpadu untuk memerdekakan aspek lahir dan batin
manusia. Pengajaran dalam pendidikan
dimaknai sebagai upaya membebaskan anak didik dari ketidaktahuan serta sikap
dengki dan egois. Menurut Ki Hadjar
Dewantara dalam pengajaran harus ditekankan mengenai pendidikan budi pekerti
sebagai landasan tiap peserta didik untuk mencapai kemerdekaan sebagai manusia
yang dapat memerintah dan menguasai diri sendiri, serta menjadi manusia yang
beradab.
Ki Hadjar
Dewantara tidak melihat anak sebagai kertas kosong dan guru dengan bebasnya
menorehkan warna-warni yang membuatnya indah sesuai keinginan guru. Guru
hanyalah fasilitator yang bertugas menuntun anak sesuai kodrat alam yang
dimilikinya menurut minat dan bakat anak yang telah dimiliki sejak lahir.
Hal inilah yang
melatar belakangi aksi nyata yang akan saya lakukan di kelas dalam menumbuhkan
budaya positif di kelas pendidikan Agama Kristen. Saya menyadari peran saya
sebagai fasilitator yang mempunyai visi dan misi menuntun siswa mengembangkan
minat dan bakatnya sesuai kodrat yang dimiliki anak dengan merancang
pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selain itu, sebagai
teladan saya harus dapat menjadi contoh dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan
baik di sekolah dan mengajar peserta didik yang saya layani melakukan hal yang
sama sehingga menjadi budaya positif di lingkungan kelas dan masyarakat dalam
lingkup yang lebih luas.
B.
Tujuan
Aksi Nyata
Tujuan dari aksi
nyata membangun budaya positif di kelas ini adalah:
1.
Terciptanya suasana belajar yang
kreatif, inovatif dan menyenangkan
2.
Membangun hubungan yang harmonis antara
guru dan peserta didik
3.
Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab
4.
Menumbuhkan keberanian berpendapat bagi
peserta didik
5.
Terciptanya lingkungan belajar yang
kondusif
6.
Menumbuhkan rasa saling menghargai dan
menghormati
7.
Membiasakan musyawarah untuk mufakat
8.
Membiasakan kebiasaan baik
9.
Tersusunnya kesepakatan kelas
10.
Tersusunnya program pembelajaran selama
satu semester
C.
Tolok
Ukur
Tolok
ukur keberhasil aksi nyata ini diantaranya adalah:
1.
Proses belajar mengajar berjalan dengan
suasana yang menyenangkan
2.
Peserta didik tidak merasa terpaksa
dalam mengikuti pembelajaran
3.
Peserta didik merasa lebih siap
mengikuti kegiatan belajar mengajar
4.
Peserta didik bersama guru menjalankan
kesepakatan kelas yang dibuat dengan penuh kesadaran
5.
Lingkungan belajar yang aman, nyaman,
bersih, rapi dan menyenangkan
6.
Terjalin komunikasi yang aktif dan
efektif
D. Linimasa
Tindakan yang Dilakukan
Linimasa yang saya lakukan dalam aksi nyata
membangun budaya positif di kelas ini adalah sebagai berikut:
1. Meminta
ijin dan dukungan dari Kepala Sekolah
2. Menyiapkan
lembar kesepakatan kelas
3. Mensosialisasikan
kepada peserta didik
4. Peserta
didik menuliskan usulan kesepakatan kelas
5. Peserta
didik dan guru mengkomunikasikan usulan dan menyepakati usulan yang akan
dituliskan di kertas kesepakatan kelas
6. Peserta didik menuliskan dan menempelkan kesepakatan kelas yang telah disepakati
7. Peserta
didik membuat rancangan program belajar selama satu semester
8. Guru dan peserta didik melaksanakan kesepakatan kelas yang sudah disepakati
9. Proses
belajar mengajar dirancang sesuai dengan jadwal rancangan program belajar
E.
Dukungan
yang Dibutuhkan
Dukungan
yang diperlukan demi kelancaran dan keberhasilan sksi nyata ini adalah:
1. Ijin
dan dukungan dari kepala sekolaj
2. Dukungan
dari rekan sesama guru
3. Dukungan
dari orangtua/ wali peserta didik
4. Keatifan
peserta didik
5. Ketersediaan
sarana dan prasaranan
F.
Hasil
Aksi Nyata
1.
Tersusunnya kesepakatan kelas sesuai
yang diharapkan
2.
Guru dan peserta didik melaksanakan
kesepakatan kelas yang telah dibuat dengan sepenuh hati
3.
Peserta didik memiliki keberanian dan
kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat
4.
Peserta didik mampu bernalar kritis
5.
Peserta didik belajar untuk bertanggung
jawab
6.
Peserta didik memiliki kesadaran untuk
saling menghargai dan menghormati
G. Rencana Perbaikan
1.
Membuat jurnal catatan keberhasilan dan
hambatan pelaksanaan budaya positif di kelas
2.
Berkoordinasi dengan atasan langsung
tentang keberhasil dan hambatan pelaksana budaya positif di kelas serta
3.
Membuat rencana tindak lanjut
4.
Memotivasi rekan guru untuk bersama-sama
melaksanakan budaya positif di kelas dan sekolah
5.
Memotivasi peserta didik untuk
bersama-sama melaksanakan budaya positif dalam kehidupan sehari-hari
No comments:
Post a Comment