Thursday, January 27, 2022

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DI SMP NEGERI 13 SURAKARTA

Oleh: Raditya Wardhani, S.Th., M.Pd.K

CGP Angkatan 4 Kota Surakarta

A.    Latar Belakang

 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Ki Hadjar Dewantara memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya.  Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.  Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah seluruh daya dan upaya yang dikerahkan secara terpadu untuk memerdekakan aspek lahir dan batin manusia.  Pengajaran dalam pendidikan dimaknai sebagai upaya membebaskan anak didik dari ketidaktahuan serta sikap dengki dan egois.  Menurut Ki Hadjar Dewantara dalam pengajaran harus ditekankan mengenai pendidikan budi pekerti sebagai landasan tiap peserta didik untuk mencapai kemerdekaan sebagai manusia yang dapat memerintah dan menguasai diri sendiri, serta menjadi manusia yang beradab.

Ki Hadjar Dewantara tidak melihat anak sebagai kertas kosong dan guru dengan bebasnya menorehkan warna-warni yang membuatnya indah sesuai keinginan guru. Guru hanyalah fasilitator yang bertugas menuntun anak sesuai kodrat alam yang dimilikinya menurut minat dan bakat anak yang telah dimiliki sejak lahir.

Hal inilah yang melatar belakangi aksi nyata yang akan saya lakukan di kelas dalam menumbuhkan budaya positif di kelas pendidikan Agama Kristen. Saya menyadari peran saya sebagai fasilitator yang mempunyai visi dan misi menuntun siswa mengembangkan minat dan bakatnya sesuai kodrat yang dimiliki anak dengan merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selain itu, sebagai teladan saya harus dapat menjadi contoh dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik di sekolah dan mengajar peserta didik yang saya layani melakukan hal yang sama sehingga menjadi budaya positif di lingkungan kelas dan masyarakat dalam lingkup yang lebih luas.

 

B.     Tujuan Aksi Nyata

 

Tujuan dari aksi nyata membangun budaya positif di kelas ini adalah:

1.      Terciptanya suasana belajar yang kreatif, inovatif dan menyenangkan

2.      Membangun hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik

3.      Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab

4.      Menumbuhkan keberanian berpendapat bagi peserta didik

5.      Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif

6.      Menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati

7.      Membiasakan musyawarah untuk mufakat

8.      Membiasakan kebiasaan baik

9.      Tersusunnya kesepakatan kelas

10.  Tersusunnya program pembelajaran selama satu semester

 

C.    Tolok Ukur

Tolok ukur keberhasil aksi nyata ini diantaranya adalah:

1.      Proses belajar mengajar berjalan dengan suasana yang menyenangkan

2.      Peserta didik tidak merasa terpaksa dalam mengikuti pembelajaran

3.      Peserta didik merasa lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar

4.      Peserta didik bersama guru menjalankan kesepakatan kelas yang dibuat dengan penuh kesadaran

5.      Lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, rapi dan menyenangkan

6.      Terjalin komunikasi yang aktif dan efektif

 

D.    Linimasa Tindakan yang Dilakukan

 

Linimasa yang saya lakukan dalam aksi nyata membangun budaya positif di kelas ini adalah sebagai berikut:

1.      Meminta ijin dan dukungan dari Kepala Sekolah

 


2.      Menyiapkan lembar kesepakatan kelas

 


3.      Mensosialisasikan kepada peserta didik

 


4.      Peserta didik menuliskan usulan kesepakatan kelas

 









5.      Peserta didik dan guru mengkomunikasikan usulan dan menyepakati usulan yang akan dituliskan di kertas kesepakatan kelas

6.      Peserta didik menuliskan dan menempelkan kesepakatan kelas yang telah disepakati







7.      Peserta didik membuat rancangan program belajar selama satu semester

 








8.      Guru dan peserta didik melaksanakan kesepakatan kelas yang sudah disepakati






9.      Proses belajar mengajar dirancang sesuai dengan jadwal rancangan program belajar

 








E.     Dukungan yang Dibutuhkan

 

Dukungan yang diperlukan demi kelancaran dan keberhasilan sksi nyata ini adalah:

1.      Ijin dan dukungan dari kepala sekolaj

2.      Dukungan dari rekan sesama guru

3.      Dukungan dari orangtua/ wali peserta didik

4.      Keatifan peserta didik

5.      Ketersediaan sarana dan prasaranan

 

F.     Hasil Aksi Nyata

1.      Tersusunnya kesepakatan kelas sesuai yang diharapkan

2.      Guru dan peserta didik melaksanakan kesepakatan kelas yang telah dibuat dengan sepenuh hati

3.      Peserta didik memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat

4.      Peserta didik mampu bernalar kritis

5.      Peserta didik belajar untuk bertanggung jawab

6.      Peserta didik memiliki kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati

 

G.    Rencana Perbaikan

 

1.      Membuat jurnal catatan keberhasilan dan hambatan pelaksanaan budaya positif di kelas

2.      Berkoordinasi dengan atasan langsung tentang keberhasil dan hambatan pelaksana budaya positif di kelas serta

3.      Membuat rencana tindak lanjut

4.      Memotivasi rekan guru untuk bersama-sama melaksanakan budaya positif di kelas dan sekolah

5.      Memotivasi peserta didik untuk bersama-sama melaksanakan budaya positif dalam kehidupan sehari-hari