Monday, July 11, 2022

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI BARANG YANG BERGUNA UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN SMP NEGERI 13 SURAKARTA

A.      Peristiwa

                Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi SMPN 13 Surakarta. Ini dikarenakan selama pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19, peserta didik dihimbau untuk membawa bekal dari rumah. Banyak dari mereka membawa bekal air mineral dalam kemasan botol dengan alasan mudah dibuang setelah habis diminum. Mereka enggan membawa tempat minum sendiri karena sering lupa membawa atau ketinggalan sehingga tidak dibawa pulang.

Ketika SMP Negeri 13 Surakarta terpilih sebagai salah satu sekolah penggerak di Surakarta,  tema yang dipilih dalam pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar pancasila diantaranya adalah berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI. Melalui tema ini satuan pendidikan merencanakan proyek yang mendorong peserta didik membuat desain inovatif sederhana dengan menerapkan teknologi yang dapat menjawab permasalahan yang ada di sekitar sekolah. Untuk melaksanakan proyek ini, saya sampaikan kepada peserta didik proyek apa yang akan mereka kerjakan. Melihat kenyataan banyaknya sampah plastik yang ada di sekolah, peserta didik memilih untuk mendaur ulang botol bekas air minum menjadi barang yang bisa digunakan kembali sebagai proyek penguatan profil pelajar pancasila. Setelah dilaksanakan koordinasi antar peserta didik, guru, dan kepala sekolah, akhirnya disepakati bahwa proyek ini akan memanfaatkan botol bekas air minum menjadi barang yang bisa digunakan kembali yaitu menjadi pot tanaman, celengan, dan gantungan lampu. Peserta didik tidak hanya sekedar membuat kerajinan dari botol plastik, namun mereka juga akan belajar menyajikan hasil karya mereka dalam sebuah video tutorial untuk mempresentasikan proses persiapan, pembuatan sampai dengan penyelesaikan daur ulang sampah plastik tersebut menjadi barang yang bisa digunakan kembali.

Tujuan dari program ini adalah:

1.       meningkatkan kepedulian murid terhadap lingkungan sekolah.

2.       memberikan edukasi kepada murid pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan rapi. Selain itu, program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan kepada murid dengan memanfaatkan barang bekas dan mengubahnya menjadi kerajinan yang bermanfaat dan bernilai seni tinggi.

3.       memupuk kepercayaan diri murid berbicara di depan umum atau di depan kamera

4.       melatih keterampilan digital dengan membuat video proses pengolahan barang bekas menjadi barang yang dapat digunakan kembali dan mengupload video di chanel yotube

5.       mengajak murid memiliki keberanian mengemukakan pendapat melalui diskusi untuk menggali ide tentang karya yang akan dibuat, berapa lama waktu yang diperlukan, bagaimana prosesnya, dll. Kepercayaan ini akan menumbuhkan rasa percaya diri yang nantinya berdampak pada munculnya rasa tanggung terhadap tugas yang diberikan.

6.       melaksanakan pembelajaran kolaborasi antar mata pelajaran

         Langkah-langkah yang ditempuh:

1.       melakukan pemetaan terhadap aset yang dimilii dengan memperhatikan manajemen resiko serta sumber daya sekolah yang mendukung kegiatan yang berdampak pada murid

2.       menggali informasi tentang upaya pemanfaatan sampah plastik serta keberhasilan proyek serupa di sekolah lain

3.       mengkomunikasikan rancangan proyek dengan kepala sekolah

4.       berkoordinasi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat, membentuk tim pelaksana proyek

5.       mengundang perwakilan kelas untuk mendiskusikan dan menggali ide upaya pengolahan sampah plastik di sekolah

6.       memberikan kesempatan murid untuk menyuarakan pendapat, melaksanakan pilihan dan bertanggung jawab terhadap proyek yang disepakati

7.       melaksanakan evaluasi serta refleksi

 

Kegiatan pemanfaatan barang bekas menjadi barang yang berguna untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan SMP Negeri 13 Surakarta ini memuat 3 aspek kepemimpinan murid yaitu:

1.       Suara (voice)

Pada kegiatan ini banyak menampung ide murid terkait dengan bagaimana mimpi dan harapan mereka terhadap lingkungan sekolah kedepannya. Hal ini diwujudkan dengan adanya wawancara dengan peserta didik dan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

2.       Pilihan (choice)

Pada kegiatan ini memberikan kesempatan peserta didik untuk memilih dan mengelola ide atau usulan yang didapat dari wawancara dan kemudian diputuskan melalui cara pengambilan keputusan untuk mencapai kesepakatan.

3.       Kepemilikan (ownership)

Melalui kegiatan yang tumbuh dari peserta didik, mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan proyek yang menjadi pilihan mereka bersama.

 

B.      Perasaan

Pada mulanya saya merasa ragu bilamana rencana kegiatan ini dapat berhasi karena melihat usia peserta didik yang masih belia apakah mampu merencanakan, berkoordinasi dan melaksanakan proyek tersebut. Namun kenyataannya, ketika mereka diberikan kebebasan yang bertanggung jawab ternyata mereka mampu melakukannya dengan baik. Proyek ini belum selesai, meskipun begitu usaha dan semangat mereka untuk menyelesaikan dan mensukseskan proyek ini sangat luar biasa dan patut diberikan acungan jempol. Saya merasa senang dan juga bangga atas kerja keras dan upaya mereka. Saya percaya bahwa ketika peserta didik diberikan kepercayaan dan pendampingan pasti akan memperoleh hasil yang luar biasa.

 

C.      Pembelajaran

Pembelajaran dari kegiatan ini adalah jangan menyepelekan kemampuan anak. Kepemimpinan murid dapat dikembangkan dengan cara memberikan kepercayaan kepada peserta didik untuk mengembangkan ide mereka dalam melaksanakan program daur ulang sampah plastik. Selain itu, kegiatan ini mendorong rasa tanggung jawab yang nampak pada semangat mereka menyiapkan dan melaksanakan proyek ini. Meskipun ditemukan hambatan dalam pelaksanaan proyek ini yaitu belum semua peserta didik terampil dalam mengolah botol plastik menjadi pot tanaman, celengan, dan gantungan lampu, masih ada peserta didik yang enggan melaksanakan program tersebut karena merasa tidak bisa, namun hal itu tidak menjadikan peserta didik putus asa. Dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, saya yakin kegiatan ini pasti akan berhasil pada akhirnya. Harapannya, kedepan mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab, pantang menyerah, kreatif dan terampil.

 

D.      Penerapan ke Depan

Saya berharap semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan sampai selesai dan video yang menyajikan hasil karya mereka sebagai materi untuk mempresentasikan proses persiapan, pembuatan sampai dengan penyelesaikan daur ulang sampah plastik tersebut menjadi barang yang bisa digunakan kembali dapat tersusun dan diupload ke youtube sehingga bisa lebih bermanfaat. Saya juga berharap proyek ini tetap bisa dilakukan sebagai sarana berkolaborasi antar guru mata pelajaran dalam mensukseskan program sekolah penggerak yaitu pembelajaran yang berdampak pada murid.

Dokumentasi


Gambar 1. Koordinasi dengan Kepala Sekolah



Gambar 2. menggali informasi dari rekan sejawat



gambar 3. menggali informasi, koordinasi dan diskudi dengan peserta didik





Gambar 4. Pelaksanaan Proyek
Gambar 5. Refleksi dan evaluasi